The Urheka Project : Mimpi Dalam Mimpi

"All that we see, or seem, is but a dream within a dream." - Edgar Allan Poe, A Dream Within A Dream, 1846.

Thursday, August 14, 2008

Dowsing dengan Pendulum (Bagian Terakhir)

DOWSING DENGAN PENDULUM
(Bagian Terakhir)


Oleh :

Urip Herdiman K.*



Petikan untuk Direnungkan

• The answer is in the question, and learning to dowse is learning to ask the right questions. (T. Edward Ross and Richard D. Wright, The Divining Mind)
• Limitations? The limitations are only those imposed by the mind of the dowser. If you believe it can be done, it can be done. (Oscar T. Branson. Dowsing Devices)
• Is the pendulum always right? No, of course not. There is probably nothing or no one who is always right. (Dr. Tag Powell and Dr. Judith Powell. Taming The Wild Pendulum)

Organisasi dan Sumber Lebih Lanjut
• The British Society of Dowsers, http://www.britishdowsers.org
• The American Society of Dowsers, http://www.dowsers.org
• Pendulums, http://www.pendulums.com

Penutup

Masih banyak lagi yang bisa ditulis tentang pendulum. Tetapi itu membutuhkan banyak riset, bacaan dan pengalaman yang tidak sedikit dan panjang, selain waktu. Yang jelas dan sudah pasti, sekali kita menjadi dowser atau radiesthet, kita sebaiknya dan seharusnya belajar terus tanpa kenal kata berhenti. Tidak ada istilah terlalu muda atau terlalu tua untuk belajar dowsing. Setumpuk teori tidak ada artinya kalau kita tidak mempraktekkannya.

Oscar T. Branson, penulis Dowsing Devices, menyatakan cukup mengetahui bagaimana cara kerjanya alat-alat dowsing dan Anda sudah bisa segera berlatih dan berpraktek. Setiap dowser akan selalu mengembangkan gaya dan metode kerjanya sendiri-sendiri. Termasuk perlengkapannya. Ada yang mempergunakan antena radio, ballpoint atau pensil, dan bahkan tangan serta tubuh mereka sendiri.

Intinya selama kita bisa merumuskan pertanyaan-pertanyaan yang membutuhkan jawaban ya atau tidak (yes or no question), kita bisa mempergunakan alat apa saja yang Anda pilih dan sukai.

Jika ada sesuatu bidang yang ingin kita masuki, untuk menerapkan atau mengaplikasikan pendulum, cobalah. Kita boleh langsung mencobanya tanpa riset terlebih dahulu. Atau juga boleh mencari tahu lebih dahulu bidang itu dengan bacaan-bacaan kepustakaan. Selama kita bisa mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti tersebut di atas, atau membutuhkan jawaban kualitatif dan kuantitatif, mengapa tidak? Trial and error, tes, percobaan, pengujian, pengalaman dan diskusi dengan sesama peminat dowsing akan membuka jalan untuk maju.

Selamat belajar!

Sawangan, 27 Juli 1999 – Jakarta, 15 Agustus 2008


* Urip Herdiman K. seorang peminat dowsing, mempelajari dowsing sejak tahun 1997. HP : 0815 – 9042515. Alamat email : uripherdimankambali@gmail.com Alamat blog : http://theurhekaproject.blogspot.com

Catatan :
Ditulis ulang - dengan perbaikan - untuk presentasi dalam acara Meditasi Bulanan (Mebula) Perkumpulan Meditasi Bali Usada Jakarta, Sabtu, 23 Agustus 2008 di Puri Matari I, Rasuna Said.

Labels:

Wednesday, August 13, 2008

Dowsing dengan Pendulum (Bagian Ketiga)

DOWSING DENGAN PENDULUM
(Bagian Ketiga)


Oleh :

Urip Herdiman K.*

Prasyarat untuk Pembacaan Pendulum

Penulis punya pengalaman bahwa semakin sering membawa pendulum kemana pun pergi, itu semakin baik. Sebab karakter diri kita dan karakter pendulum itu akan semakin erat dan menyatu. Selain tentu saja, kita bisa berlatih dan atau melakukan pembacaan pendulum setiap saat, kapan saja dan dimana saja, untuk segala hal yang menarik perhatian kita .

Tempatkanlah pendulum dalam satu kantong kecil, mungkin bekas kantong cincin, atau kantong kulit, untuk menyimpannya. Dan tempatkan di saku baju. Jangan diletakkan di dompet yang ditaruh di pantat. Penulis punya feeling tampaknya kurang bagus jika pendulum ditempatkan di pantat. Anda pasti bisa memaklumi sendiri.

Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah sebaiknya kita melatih kelenturan tangan atau lengan yang dominan, yang dipergunakan untuk menggantung pendulum jika sedang melakukan pembacaan pendulum. Otot-otot lengan yang terlatih, sangat membantu kita untuk relaks. Karena dalam bermain pendulum, kita perlu relaks, obyektif dan berpikiran jernih. Terutama jika kita melakukan pembacaan pendulum utnuk diri kita sendiri. Disini kadang kala unsur subyektifnya ikut masuk, sehingga kita tidak mendapatkan jawaban yang benar dan obyektif; yang kita dapatkan hanyalah jawaban yang kita inginkan dan subyektif. Kita perlu hati-hati dan banyak berlatih untuk mencapai kondisi ini. Janganlah cepat putus asa dan bosan. Mungkin sekali-sekali kita boleh saja istirahat berlatih dalam satu dua hari. Atau kita cari variasi lain untuk berlatih. Belilah buku-buku tentang dowsing/ pendulum dan kita akan menemukan teknik-teknik baru.

Selain itu, kebiasaan-kebiasaan seperti merokok, banyak minum kopi, begadang yang sifatnya negatif, sangat tidak menunjang kemampuan kita, karena membuat aura kita menjadi lemah. Jika aura lemah, maka itu pertanda kondisi fisik dan psikis kita sedang tidak baik. Kita tidak bisa melakukan pembacaan pendulum dengan baik.

Untuk mengetahui apakah aura kita sedang baik atau normal, kita tinggal meletakkan pendulum di atas telapak tangan sendiri. Maka pendulum akan mengukur aura diri kita. Perhatikanlah radius gerakan pendulum, intensitasnya, kecepatannya dan bentuknya. Untuk itu kita harus belajar bagaimana menafsirkannya. Sekalipun membutuhkan waktu cukup lama.

Gerakan pendulum, sesuai pengalaman penulis, adalah lemah, sedang dan kuat. Lemah berarti boleh sedikit dipercaya walau ada keraguan. Sedang berarti cukup dapat dipercaya. Dan kuat, dapat dipercaya tanpa ada keraguan.

Kita akan belajar menghadapinya perlahan-lahan dan bagaimana kita bersikap serta mempercayainya. Tentu saja kita boleh mengembangkan penafsiran sendiri.

Jika anda menekuni dowsing, termasuk pendulum, alat itu hanyalah memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan. Anda harus mengembangkan kemampuan dalam menafsirkan jawaban-jawaban pendulum Anda. Ross dan Wright menulis, ”...the answer is in the question, and learning to dowse is learning to ask the right questions.”

Cara Kerja Pendulum

Sekali kita menjadi dowser, bermain pendulum di muka orang lain, kita harus siap dengan pertanyaan: Apa yang membuatnya bekerja? Bagaimana cara kerjanya? Apakah Anda sendiri yang menggerakkan pendulum itua? Apakah ada jin-nya? Apakah memakai bacaan-bacaan tertentu?

Tidak pernah ada jawaban yang pasti dan memuaskan setiap orang. Itulah yang dikatakan oleh Ross dan Wright. Memang betul. Adalah tidak mudah untuk meyakinkan setiap orang bahwa pendulum bekerja berdasarkan prinsip-prinsip bioelektrik tubuh kita sendiri. Dan untuk itu, dibawah ini penulis mengetengahkan pendapat Ted Andrews yang memberikan penjelasan cukup masuk akal dan ilmiah.

Ted Andrews dalam bukunya ”Melihat dan Membaca Aura”, menulis bahwa pendulum (dan alat-alat dowsing lainnya) merupakan alat untuk berkomunikasi dengan alam tak sadar diri kita sendiri. Alam tak sadar menyadari segala interaksi dengan energi dari luar, tanpa mempedulikan betapa halusnya energi itu. Melalui alat-alat dowsing, kita membuka daya persepsi yang lebih hebat. Alat-alat dowsing merupakan jembatan antara sistem syaraf (dan alam tak sadar yang bekerja melaluinya) dengan medan energi yang berinteraksi dengan diri kita.

Khusus pendulum, Andrews menjelaskan, bahwa pendulum berinteraksi dengan medan energi tertentu, karena pendulum bekerja berdasarkan prinsip-prinsip bioelektrik.

Pikiran tak sadar (atau memori) berkomunikasi dengan diri kita melalui sistem syaraf. Alam tak sadar menyadari semua interaksi energi dalam medan diri kita sendiri, bahkan interaksi-interaksi di luar kelima indera jasmani kita. Interaksi-interaksi itu diasimilasikan dan kemudian dapat diakses dan dimunculkan ke alam sadar melalui meditasi, hipnotis, telepati, teknik-teknik lainnya, termasuk dowsing beserta alat-alatnya.

Sistem syaraf tubuh masih merupakan misteri besar, tetapi kita memang mengetahui bahwa sistem tersebut merupakan sistem komunikasi yang dinamis, halus, dan peka. Sistem itu berkomunikasi dengan pikiran tak sadar dan penginderaan batin yang lebih tinggi. Pendulum (dan alat-alat dowsing lainnya) memperkeras isyarat dari sistem syaraf menuju ke otot tak sadar untuk menciptakan tanggapan yang dapat dirasakan, dapat dikenali.

Alam tak sadar diduga mengendalikan 90% fungsi tubuh dan otak kita. Alam tak sadar juga merupakan sumber bentuk persepsi dan intuisi kita yang lebih tinggi, misalnya bentuk-bentuk yang tidak melewati kelima indera yang biasa, seperti ingatan, kreativitas dan pemikiran abstrak.

Sistem syaraf mengirimkan sinyal listrik dan impuls, yang menyebabkan pendulum bergerak, ayunan pendulum merupakan tanggapan ideomotor. Gerakan itu disebabkan oleh gerakan otot tak sadar yang dirangsang oleh alam tak sadar melalui sistem syaraf simpatik tubuh. Pesan halus yang diterima melalui aura tersimpan dalam sistem syaraf tersebut. Dengan perantaraan teknik alat-alat dowsing, pesan tersebut, dalam bentuk getaran listrik, dilepaskan, sambil merangsang tanggapan otot tak syang secara sadar dapat kita lihat melalui gerakan alat-alat dowsing, termasuk pendulum, yang menyusul. Pendulum dan alat-alat dowsing lainnya, adalah jembatan antara pikiran tak sadar dengan pikiran sadar.

Demikian penjelasan dari Ted Andrews yang penulis kutip, dari beberapa pendapat yang penulis temukan.

Dengan bahasa lain, pendulum dan alat dowsing, merupakan sarana kita untuk berkomunikasi dengan pikiran tak sadar kita, dimana pikiran tak sadar mengirimkan jawaban dalam bentuk getaran listrik tubuh, dan pendulum mengeraskan sinyal-sinyal itu dalam bentuk gerakan-gerakannya. Dan tugas kitalah menafsirkan gerakan itu sesuai program atau kode yang sudah kita buat. *** (Bersambung)

Labels:

Monday, August 11, 2008

Dowsing dengan Pendulum (Bagian Kedua)

DOWSING DENGAN PENDULUM
(Bagian Kedua)


Oleh :

Urip Herdiman K.*


Lebih Jauh Tentang Pendulum

Pendulum adalah sesuatu benda yang digantungkan pada rantai (atau tali atau benang) dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Pendulum hanya bisa menjawab pertanyaan yang jawabannya adalah ‘ya’ atau ‘tidak’ (yes or no question). Dia tidak bisa memberikan jawaban dengan penjelasan yang panjang lebar.

Kita bisa membeli pendulum di toko-toko buku dari harga yang murah sampai yang mahal, kalau ada. Karena tidak semuanya menjual. Jika pun ada pastilah impor. Dan itu artinya mahal sekali. Tetapi Anda tidak perlu cemas. Sebab pendulum yang terbaik, seperti yang diyakini para praktisi dowsing, ternyata adalah pendulum yang kita buat sendiri.

Untuk membuat pendulum mudah sekali. Kita hanya perlu paling sedikit dua komponen, dan paling banyak tiga komponen. Yang pertama, adalah benda yang akan digantung sebaai pendulum. Benda itu bisa berupa kancing, cincin (termasuk cincin kawin), kunci bekas, manik-manik, anting, gantungan kunci, salib, kristal bekas peluru, dan lain-lain, termasuk juga peniti dan teh celup. Ted Andrews menyebutkan yang terbaik adalah yang berbentuk bulat, silinder (bekas peluru), belahan bola, atau bentuk seperti air mata (biasanya kristal). Dan yang pasti, sebaiknya simetris.

Benda atau obyek itu bisa terbuat dari kayu, logam, kristal, bekas peluru, plastik dan sebagainya. Tetapi satu hal yang pasti, semuanya harus simetris. Benda itu haruslah cukup berat untuk digantung, tetapi sekaligus juga cukup ringan. Kita akan menemukannya di rumah kita sendiri atau di kios-kios asesori anak muda yang banyak ditemukan. Kita bisa merasakan benda tersebut dengan menimangnya.

Komponen kedua adalah alat untuk menggantungnya, seperti rantai, benang atau tali (seperti tali pancing). Soal panjang pendeknya ini tidak ada ukuran yang pasti, tetapi dari pengalaman penulis, ini akan berkaitan dengan panjang pendeknya lengan kanan kita (atau lengan kiri jika Anda kidal), dimana pendulum itu digantungkan. Penulis sendiri biasanya memotong rantai cukup kl. 20 Cm. Tetapi soal ini terserah kita masing-masing.

Itu dua komponen yang pertama. Jika menggunakan tali atau benang, kita bisa mengikatnya langsung pada obyek yang digantung tersebut. Tetapi jika menggunakan rantai, maka kita perlu tambahan ring, yang menghubungkan obyek dengan rantai. Bahkan beberapa praktisi juga menempatkan ring di ujung lain dari rantai sebagai pegangan biar mantap. Ring ini dengan mudah bisa kita dapatkan pada gantungan kunci yang umumnya selalu ada rantai pendeknya. Tentu kitta juga perlu obeng dan tang untuk sedikit membuka dan kemudian menutup ring itu.

Membuat Program untuk Pendulum


Nah, jika kita sudah membuat pendulum, kita perlu belajar mempergunakannya. Sehingga kita tahu apa arti gerakan pendulum tersebut. Jika pendulum itu digantungkan di atas telapak tangan, di atas lutut, di atas foto atau tanda tangan, bisa saja ia bergerak sendiri. Tetapi apa maknanya jika kita tidak tahu? Untuk itu kita perlu membuat programnya.

Seperti sudah disebutkan di atas, pendulum hanya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya ‘ya’ atau ‘tidak’. Ada dua pilihan untuk program pendulum ini. Untuk jawaban ‘ya’ (yes atau positif) biasanya dipergunakan gerakan melingkar searah jarum jam (clockwise), maka untuk jawaban ‘tidak’ (no atau negatif) adalah melingkar berlawanan arah jarum jam (anti-clockwise).
Atau pilihan yang kedua. Untuk ‘ya’ mempergunakan gerakan maju-mundur (to-and-fro), sementara untuk jawaban ‘tidak’ menggunakan gerakan mengayun dari kiri-ke-kanan (side to side).

Jika kita memilih gerakan melingkar, baik ke kanan maupun ke kiri, pergunakanlah kode itu seterusnya. Tetapi jika kita memilih gerakan mengayun, baik kiri-kanan mupun maju-mundur, pertahanakan juga selanjutnya.

Usahakan untuk berlatih sesering mungkin, setiap hari, sekalipun hanya sekitar 10 sampai 15 menit.

Penulis mempergunakan gerakan melingkar ke kanan untuk positif, dan melingkar ke kiri untuk negatif. Tetapi ternyata dalam perjalan penulis selama belajar dan memakai pendulum, penulis menemukan ada gerakan-gerakan untuk untuk jawaban-jawaban ‘mungkin’ (maybe) dan ‘tidak tahu’ atau belum waktunya untuk diketahui’. Untuk itu, penulis menggunakan gerakan mengayun kiri-kanan (side to side) untuk jawaban ‘mungkin’ dan maju-mundur (to and fro) untuk jawaban ‘tidak tahu’. Penulis menafsirkan jawaban ‘tidak tahu’ ini sebagai jawaban Tuhan bahwa kita tidak boleh tahu atau belum waktunya untuk mengetahui.
Semuanya ini akan berkembang sesuai dengan kemampuan masing-masing praktisi. Karena teknik dasarnya memang sama, tetapi pada saatnya, seorang praktisi pendulum (pendulist) akan mengembangkan gaya dan kemampuannya sendiri.

Kode gerakan yang kita buat ini sebaiknya dipertahankan terus dan jangan diubah-ubah, karena biasanya seorang praktisi dowsing/pendulum (bisa disebut dowser atau pendulist) juga akan berkembang menjadi seorang kolektor pendulum Umumnya, setiap melihat sesuatu benda kecil yang bisa digantung, ada kemungkinan ingin menjadikannya sebagai pendulum. Ini yang penulis alami dan dibenarkan oleh praktisi lainnya. Bayangkan kalau kita membuat kode gerakan yang berbeda untuk setiap pendulum yang kita miliki. Maka kita sendiri yang akan pusing menafsirkannya.

Berlatihlah dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang kita sudah mengetahui jawabannya, sehingga kita tahu apakah jawabannya benar atau salah. Misalnya : Apakah Presiden Indonesia saat ini Soeharto? Apakah ibukota Indonesia adalah Jakarta? Apakah Jogjakarta pernah menjadi ibukota Republik Indonesia? Apakah hari ini hari Senin? Apakah hari ini tanggal 16 Agusutus? Apakah Perang Dunia III sudah terjadi? Dan seterusnya.

Itu adalah pertanyaan-peertanyaan yang sifatnya kualitatif atau pertanyaan-pertanyaan yang membutuhkan jawaban ‘ya’ atau ‘tidak’. Namun pendulum juga bisa menjawab pertanyaan yang sifatnya kuantitatif dengan bantuan sebuah gelas, atau kacamata, atau ballpoint, atau sisi perkusi telapak tangan. Tempatkan pendulum dekat dengan bibir gelas tersebut, atau ditengah-tengah bibir gelas. Tanyakanlah misalnya: Berapa jumlah pemain dalam satu tim sepakbola? Berapa 5 dikurangi 2? Berapa lebar aura diri saya sendiri? Berapa jumlah provinsi dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia? Jumlah ketukan pada bibir gelas, itulah jawabannya.

Jika kita pergi ke suatu tempat dan kehilangan arah, kita bisa menggunakan pendulum sebagai petunjuk arah. Maka pendulum akan menunjuk (pointing) arah yang ditanyakan. Misalnya di hotel dan ingin shalat, sementara tidak ada petunjuk arah kiblat, tanyakanlah: Tunjukkan kemana arah kiblat. Jika kita kehilangan orientasi tempat, tanyakanlah: Tunjukkan arah utara yang sebenarnya. Atau tidak punya arloji, tanyakanlah: Jam berapa sekarang?. Lihat, ke arah mana gerakan pendulum itu menunjuk.

Semua itu memang baru pertanyaan-pertanyaan dasar. Kita perlu sebanyak mungkin melatih pertanyaan-pertanyaan ini, walau kadang membosankan dan konyol. Tetapi ini diperlukan untuk menumbuhkan keyakinan pada diri kita bahwa pendulum kita memang berguna dan handal, sehingga dapat dipercaya.

Pada saat kita melakukan pembacaan pendulum, jangan lupa supaya badan tegak, tetapi relaks. Satu tangan memegang pendulum dan tangan lainnya terbuka menghadap ke atas. Jangan lupa, jangan pernah menyilangkan kaki.

Jika kita sudah mahir, mungkin hal-hal ini tidaklah masalah. *** (Bersambung)

Labels:

Sunday, August 10, 2008

Dowsing dengan Pendulum (Bagian Pertama)

Pengantar dari Penulis :
Sabtu, 23 Agustus 2008 yad, penulis akan berbicara tentang dunia dowsing dan pendulum dalam acara Meditasi Bulanan Bali Usada Jakarta. Berikut adalah risalah yang penulis susun untuk acara tersebut, dan akan diposting dalam beberapa bagian. Selamat membaca. *** (UHK)

DOWSING DENGAN PENDULUM
(Bagian Pertama)


Oleh :

Urip Herdiman K.*


Pendahuluan

Apakah Anda pernah membaca komik Tintin karya Herge (nama aslinya George Remi, Belgia) yang terkenal itu? Anda tentu masih ingat dengan Professor Cuthbert Calculus dalam episode Tujuh Bola Ajaib yang selalu membawa dan memainkan pendulum. Atau Anda pernah melihat seorang penyembuh (healer) dengan pendulumnya? Atau mungkin seorang pesulap (ada yang menyebutnya dirinya mentalist ataupun illusionist) memainkan pendulum?

Pendulum di tangan mereka menjadi alat psikis/cenayang (psychic tool) yang banyak manfaatnya dalam profesi mereka. Fungsi utamanya adalah sebagai pengumpul informasi dan menguji benar atau tidaknya sebuah informasi.

Tetapi apa dan bagaimana sebenarnya cara kerja pendulum itu?

Nah, risalah singkat ini ingin mencoba memberi penjelasan tentang dowsing, serta apa dan bagaimana pendulum itu bekerja, dan tidak ingin berpanjang lebar tentang sejarah atau asal-usul seni kuno ini.

Dowsing dan Pendulum

Pendulum, hanyalah salah satu alat saja dari kegiatan yang disebut dowsing. Dowsing berasal dari kata kerja to dowse, yang merupakan hasil turunan dari kata dalam bahasa Jerman kuno deutzen; berarti to locate atau to find. Jadi, artinya mencari atau menemukan. Istilah ini dipergunakan di Amerika dan Inggris. Sementara istilah lain yang juga banyak dipakai adalah radiesthesia, yang populer di Perancis. Dan harus diakui bahwa dowsing atau radiesthesia memiliki keterkaitan sejarah yang erat dengan gereja Katolik, bahkan hingga saat ini. Namun disini kita tidak akan membicarakan hal itu, karena di Barat (Eropa dan Amerika) dowsing kini telah menjadi aktivitas yang umum, tidak lagi terkait pada satu agama apapun.

Perlu diketahui kegiatan dowsing identik selalu dengan aktivitas mencari atau menemukan sumber mata air, sungai bawah tanah, saluran air buatan seperti pipa-pipa bawah tanah, yang kemudian juga berkembang untuk menemukan bahan-bahan tambang dan mineral lainnya. Kini aktivitas dowsing tidak lagi semata-mata hanya untuk menemukan atau mencari air dan mineral saja, tetapi juga sangat luas, bahkan memasuki bidang-bidang ilmiah.

Umumnya memang terdapat tiga alat dowsing yang dikenal, yaitu Y-Rod (tongkat berbentuk Y, bisa dari potongan dahan atau sekarang plastik buatan pabrik); L-Rod (tongkat berbentuk L, bisa dari kawat gantungan baju yang dipotong berbentuk huruf L); dan pendulum. Di lapangan, dalam pencarian sumber mata air, memang lebih banyak dipergunakan Y-Rod atau L-Rod, sementara pendulum tidak banyak dipergunakan karena faktor angin.

Kegiatan dowsing memang identik dengan pencarian sumber air, sementara alat yang paling mudah dikenali sebagai alat dowsing atau alat untuk mencari air adalah Y-Rod atau tongkat Y. Tetapi alat dowsing yang memiliki aplikasi paling luas karena bisa diterapkan pada hampir semua bidang, diluar pencarian air dan bahan-bahan mineral, adalah pendulum. Oleh karenanya pendulum juga selalu salah dimengerti orang, sehingga pendulum banyak diselimuti kabut misteri.

Inilah kelebihan dari pendulum yang tidak dimiliki Y-Rod maupun L-Rod. Sebab pendulum mempunyai kegunaan dan dapat diaplikasikan dalam bidang-bidang yang lebih luas, bahkan hampir tanpa batas, bukan sekedar untuk menemukan sumber mata air saja. Pendulum bisa dipergunakan mendeteksi kesehatan seseorang, mencari orang atau benda yang hilang (dengan bantuan peta), meramalkan percintaan dan perjodohan, ramalan-ramalan politik, alat bantu hipnotis dan telepati, pencaharian peninggalan-peninggalan kuno/arkeologis, mencari bom dan ranjau di medan perang, mengukur kadar alcohol dalam minuman anggur, dan lain-lain. Juga bisa untuk menunjukan waktu dan arah mata angin. Selain itu, tentu saja membawa pendulum sangat mudah dan tidak membutuhkan tempat yang besar atau luas, cukup diletakkan dalam kantong beludru, tempat kacamata atau bahkan saku baju anda.

Tidaklah heran jika T. Edward Ross dan Richard D. Wright, keduanya pendiri The American Society of Dowser, menyebutkan bahwa pendulum adalah alat dowsing yang paling serbaguna, tetapi juga paling banyak disalahmengerti dibandingkan alat-alat dowsing lainnya. Dengan kata lain, pendulum banyak diselubungi hal-hal yang sifatnya mistis. *** (Bersambung)

Labels: